a tagic love, Deokman and Bidam

Deokman dan Bidam. Seharusnya mereka hidup bahagia namun karena posisi Deokman adalah yang mulia ratu dan Bidam anak mishil yang terus di dukung anak buah mishil untuk menjadi raja membuat beberapa orang menyebut cinta mereka dalah cinta yang mengancam. Kim Chuncu terus khawatir karena takut bidam akan menguasai Shilla namun yang mulia Ratu mampu meyakinkan Chuncu bahwa bidam kontrak mati dengannya. Namun bukan berarti semua orang menyetujuinya dan berbahagia atas rencana pernikahan mereka, anak buah bidam yang ingin bidam menjadi raja terus berupaya agar keinginan mereka tercapai padahal Bidam sendiri ingin menikah dengan Deokman bukan karena kekuasaan tapi karena cinta (cie-cie, aku juga mau). Rencana anak buah Bidam terus berlanjut hingga menimbulkan salah paham antara mereka. Ketika yang mulia Ratu menyuruh Bidam untuk menunggu di suatu tempat (sebenarnya pingin kawin lari tapi Ratu gak ngomong ke Bidam) Bidam melihat ada orang yang akan membunuhnya namun Bidam berhasil mengahkannya tapi orang itu bunuh diri dan sebelum bunuh diri ia berteriak ‘hidup yang mulia ratu’. Tentu saja bidam mengira orang itu adalah orang suruhan Ratu. Bidam sangat kecewa dan bergabung dengan anak buahnya yang berniat melakukan pemberontakan. Disisi lain sang Ratu menulis surat untuk Bidam atas rencananya untuk hidup bersama Bidam dan pergi dari istana, Ratu mneyuruh Joo Bang untuk mengantarkan surat itu langsung ke tangan Bidam. Namun setelah itu ia mendapatkan laporan bahwa Bidam mengadakan pemberontakan (haduh-haduh). Ketika Joo Bang sampai ke tempat yang seharusnya dia bertemu dengan Bidam ia tahu bahwa Bidam tidak ada di sana dan nekat pergi ke markas pemberontak untuk menyampaikan titah Ratu. Setelah tau apa yang terjadi sebenarnya dari Joo Bang tentu saja Bidam merasa menyesal dan berniat menemui Ratu meskipun ia sudah di anggap sebagai pemberontak. Ia terus bertarung melawan prajurit-prajurit termasuk panglima Yu Shin untuk bisa mencapai DeokMannya (so sweet). Melihat orang yang di cintainya bertarung melawan prajuritnya Sang Ratu hanya bisa menangis namun apa daya semua sudah terlanjur. Bidam sudah dinyatakan sebagai pemberontak dan musuh Shilla. Ketika kurang beberapa saja menuju DeokMan ia di serang panglima Yu Shin dan ia mati, bersamaan dengan ambruknya Bidam yang mulia Ratu juga ambruk dan jatuh pingsan melihat Bidam (saki jantungnya kumat) dan ia tidak sadarkan diri selama 3 hari 3 malam. Keadaan Ratu semakin buruk, ia mengajak Yu Shin jalan-jalan. Ketika ia duduk ia bicara pada Yu Shin tentang rencananya yang dulu, rencananya untuk lari dan hidup bersama. Ratu menanyakan lagi apa mereka bisa melakukannya lagi. Lalu yang mulia Ratu menangis dan mati. (hiks-hiks)

    • alo
    • Desember 14th, 2010

    saya suka dengan foto ini

    • MAHARANI
    • April 24th, 2011

    saya menonton film ini. saya sangat kesal sekali rasanya.
    apakah kesuksesan harus dibalas dengan kepedihan cinta?
    lalu Yu Shin pengecut dan banci, mengapa tidak mempertahankan cintanya kepada Yang Mulia?.
    sama sekali tidak happy and the. 😛

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: